THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 16 Desember 2010

INDONESIA VS FILIPINA

Sang Ibu Negara Bergembira Ria . .



Indonesia-Filpina berakhir sudah dengan skor 1-0 untuk Indonesia.

Dari awal pertandingan, koordinasi dan komunikasi yang baik antar pemain nasional Indonesia diimbangi dengan permainan agresif dari Filipina. Kedua tim nasional sama-sama memiliki beberapa peluang emas. 

Namun, penyerang  Indonesia, Cristian Gonzales membuyarkan mental tempur tim Filipina. Pada menit ke-31, sundulan pemain naturalisasi asal Uruguay iini menyodok bola menggelinding masuk ke jala Filipina.

Mendapat bola dari sayap kiri, Firman Utina dalam posisi bebas melepaskan terobosan ke kotak penalti Filipina. Kiper Filipina, Neil Etheridge, melakukan blunder dan bertubrukan dengan kedua pemain Filipina lain.

Etheridge terjatuh, sementara Gonzales berdiri bebas di belakangnya. Kepalanya menyundul bola, dan masuklah bola ke dalam gawang. goolll . .

Dari layar kaca tampak, Presiden SBY yang menonton di deret bangku VVIP begitu kegirangan saat gol tercipta. SBY membentangkan syal kebanggaan Indonesia ke arah pemain. Demikian pula Ibu Negara, Ani Yudhoyono yang melompat seketika dari bangkunya dan berseru-seru senang.




Rabu, 15 Desember 2010

Tentang Perasaanku - Irwansyah

      Em        Am 
Aku takkan lelah menunggu

       D            G 
Hingga waktu ajal menjemputku

        C             Am          B
Takkan pernah ada sesalku untuk menunggumu


      Em         Am 
Aku harus tetap menunggu

       D        G 
Hingga nanti aku berbaring

        C       Am        B 
Sampai mati aku akan tetap menunggumu





Reff:

   Em                      Am 
Ingin ku gapai bulan dan ku petik bintang

    D                       G 
Ingin ku berikan semua hanya untukmu

    C                   Am           B 
Agar kau tahu besarnya cintaku kepada dirimu

    Em                      Am 
Ku ingin kau tahu tentang perasaanku

     D                       G 
Ku ingin kau tahu besar cinta padamu

    C                     Am 
Ingin ku berikan sisa waktuku

        B 

Dan sisa umurku sampai mati . .

tAkan pErnah bErakhir . .

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya…
t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang

Oh Tuhan…
bagaimana semua ini harus kuartikan . .